Toko Bunga Purwokerto

Melayani Pengiriman Berbagai Aneka ragam Karangan Bunga dan Parcel Untuk Area Purwokerto, Purbalingga, Banyumas Dan Sekitarnya Dengan Layanan Free Delivery 24 Jam.

Toko Bunga Pontianak

Melayani Pengiriman Berbagai Aneka ragam Karangan Bunga dan Parcel Untuk Area Pontianak Dan Sekitarnya Dengan Layanan Free Delivery 24 Jam.

Toko Bunga Padang

Melayani Pengiriman Berbagai Aneka ragam Karangan Bunga dan Parcel Untuk Area Padang Dan Sekitarnya Dengan Layanan Free Delivery 24 Jam.

Toko Bunga Bukittinggi

Melayani Pengiriman Berbagai Aneka ragam Karangan Bunga dan Parcel Untuk Area Bukittinggi, Agam Dan Sekitarnya Dengan Layanan Free Delivery 24 Jam.

Toko Bunga Batam

Melayani Pengiriman Berbagai Aneka ragam Karangan Bunga dan Parcel Untuk Area Batam Dan Sekitarnya Dengan Layanan Free Delivery 24 Jam.

Sabtu, 12 Februari 2022

TOKO BUNGA SAMARINDA | WA.082272705409


Toko Bunga Online Samarinda Keisha Florist hadir untuk membantu melayani anda yang ingin mengirimkan berbagai aneka ragam karangan bunga seperti Papan Bunga, Bunga Meja, Standing Flower, Handbouquet dll Untuk Area Kota Samarinda dan sekitarnya.

Toko Bunga Online Samarinda siap melayani anda dengan fasilitas layanan online 24 jam untuk order serta free delivery.

Adapun Area Pengiriman Kami Saat ini meliputi: Kota Samarinda, Balikpapan, Tenggarong dan sekitarnya.

Jika anda sedang mencari keberadaan Toko Bunga Di Samarinda, Kami adalah solusinya dimana kami telah memiliki pengalaman sejak tahun 2004 dalam hal jasa pengiriman bunga di Samarinda dan sekitarnya.

Ada 3 Jenis Papan Bunga yang tersedia di Kota Samarinda sbb :

1.Papan Bunga Standard 
Memiliki ukuran 2x1m dengan bahan dasar Sterofoam yang tulisannya juga memakai sterofoam yang di cat. Sedangkan untuk hiasan nya hanya ada 1 yaitu dibawah papan bunga atau di kakinya. Untuk penambahan hiasan bunga pertitiknya akan dikenakan biaya tambahan sebesar 250.000,-.

2.Papan Bunga Medium 
Memiliki ukuran 2x1,2m dengan bahan dasar Sterofoam yang tulisannya juga memakai sterofoam yang di cat. Sedangkan untuk hiasan nya hanya ada 1 yaitu dibawah papan bunga atau di kakinya. Untuk penambahan hiasan bunga pertitiknya akan dikenakan biaya tambahan sebesar 250.000,-.

3.Papan Bunga Jumbo
Memiliki ukuran 2x1,5m dengan bahan dasar Sterofoam yang tulisannya juga memakai sterofoam yang di cat. Sedangkan untuk hiasan nya hanya ada 1 yaitu dibawah papan bunga atau di kakinya. Untuk penambahan hiasan bunga pertitiknya akan dikenakan biaya tambahan sebesar 250.000,-.

Berikut adalah beberapa contoh Produk Toko Bunga Samarinda yang pernah kami kirimkan sebelum nya:






















Kami hanya Toko Bunga Online dimana pengerjaan serta pengiriman dilakukan oleh vendor kami Toko Bunga Di Samarinda.

Karena Kami Toko Bunga Online oleh sebab itu kami tidak melayani pembelian secara langsung di toko atau layanan COD, semua transaksi mulai dari order serta pembayaran semua nya memakai sistem online.

Order Yang di proses hanya yang sudah transfer saja dan sudah konfirmasi ke operator kami.

Setiap pesanan nantinya akan mendapatkan laporan berupa Foto di Toko dan Foto di lokasi serta tanda terima di lokasi.

Untuk informasi lebih lanjut Dan Pemesanan silahkan hubungi kami:

Toko Bunga Samarinda 
KEISHA FLORIST
WA.082272705409  - 081396483900
Email: keishaflorist@gmail.com


#TokoBungaSamarinda
#PapanBungaSamarinda
#FloristDiSamarinda
#SamarindaFlorist
#RangkaianBungaDiSamarinda
#KaranganBungaDiSamarinda

Share:

Jumat, 11 Februari 2022

POHON BERDURI DALAM DIRI KITA

Di sebuah desa yang sangat tenteram ada seorang pria yang menanam pohon berduri tepat di depan jalan menuju pintu masuk pekarangan rumahnya. Pak RT, Pak Lurah , Babinkamtibmas dan beberapa tokoh masyarakat  sudah berulang kali memperingatkannya agar memotong pohon berduri itu.

Namun Setiap kali diingatkan, orang itu selalu mengatakan akan ditebang esok hari. Ada beragam alasan yang ia kemukakan untuk tidak melakukannya. Yang Katanya inilah, itulah , saya hari ini sibuk banyak acaralah, melakukan inilah , melakukan itulah dan sebagainya. Saat ini intinya tidak ada waktu.” Ya begitulah selalu, hingga waktu berlalu, orang itu tidak kunjung memenuhi janjinya.

Beberapa tahunpun berlalu.., orang itu pun bertambah tua tetapi pohon itu belum juga ditebang. Pohon itu bahkan bertambah besar, tumbuh seiring waktu.

Cabang²nya pun bertambah tajam & bertambah besar & hampir menutupi jalan. Duri itu tidak saja melukai orang yang melalui jalan tetapi juga melukai pemiliknya.

Sang pemiliknya kini sangat ingin menebang pohon itu, Namun apa daya usianya sudah sangat tua. Ia pun sudah lemah hingga tidak mampu lagi untuk menebang pohon tersebut.

Sahabat Facebook ku Yang Selalu Dirahmati Allah SWT, Bukankah di dalam hidup ini kita juga sering kali melakukan hal yang sama dengan orang tersebut, kita banyak sekali menanam pohon berduri didalam diri kita, duri² itu tidak saja menusuk orang lain tetapi juga menusuk diri kita sendiri.

Mulai sekarang... Ambillah kapak, Tebanglah Pohon berduri itu sekarang juga, sebelum kita kehilangan daya & sebelum ia terlalu besar untuk kita tebang.

Apa Pohon duri yang ada dalam diri kita tersebut?

Pohon duri dalam diri tersebut salahsatunya menurut Imam Imam Al-Ghazali istilah kalbu yang menunjuk kepada jantung atau hati (heart) dapat bermakna hati fisik (jasmaniah) yang menjadi pusat peredaran darah dan hati spiritual (batiniah) yang menjadi pusat perasaan, dalam arti perasaan halus (lathifah).

Hati spiritual menunjuk kepada keadaan bolak balik dalam menentukan keputusan, memelihara jiwa dengan memberikan cahaya dan kearifan. Hati fisik sangat besar pengaruhnya pada kesehatan badan dan hati spiritual besar pengaruhnya pada kesehatan jiwa.

Keduanya tidak dapat dipisahkan. Penyakit hati yang berasal dari ranah spiritual ini pun bermacam-macam meliputi kebencian, kemalasan, kemarahan, kesombongan dan hal-hal negatif lainnya. Selagi masih kecil & belum terlalu terlambat. Tebanglah pohon duri tersebut.

Pohon Duri itu laksana penyakit Jasmani, bila kita tau faktor kegemukan, pola makan yang tidak sehat dan life style yang kurang baik. Mengapa kita biarkan hingga ia menjadi pohon besar untuk kita bisa tebang. Bila ia masih kecil, jangan dibiarkan. Tebang sekaligus.  

Pohon Duri itu laksana penyakit Rohani, Jadi… bila kita tau faktor malas berdoa dan Sholat bisa menjauhkan diri kita dari Allah SWT mengapa terus kita pelihara?

Pohon Duri itu laksana penyakit Mentalitas, Jadi… bila kita tau kemalasan diri, kecendrungan untuk menunda-nunda, gandrung terhadap games, sosmed dll yang mengganggu produktivitas kita, mengapa terus kita pelihara?

Pohon Duri itu juga laksana penyakit Emosional, Jadi… bila kita tau bahwa kita tidak boleh menumpuk kemarahan, & kesedihan, mengapa terus kita pelihara?

Ingatlah semakin lama diri kita semakin tak berdaya sedangkan pohon duri tersebut semakin bertambah lebat. Putuskan sekarang dan tebanglah.

Kalo boleh saya kutip sebuah firman Allah dalam Q.S.At-taubah ayat 125 begini bunyinya:

“Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam Keadaan kafir.” (QS. At-Taubah : 125)

Sakitnya hati merupakan kerusakan yang menimpanya, yang merusak pandangan dan keinginannya terhadap kebenaran. 

Seseorang yang berpenyakit hati tidak melihat kebenaran sebagai kebenaran, mengutip Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam buku Thibbul Qulub: Klinik penyakit Hati.

Mereka cenderung melihatnya sebagai sesuatu yang tidak sesuai dari hakikat sebenarnya atau pengetahuannya tentang kebenaran menjadi berkurang dan merusak keinginannya terhadapnya, sehingga ia membenci kebenaran yang bermanfaat atau mencintai kebatilan yang membahayakan.

"Don’t let your “thorns plant” grow bigger until you can’t cut it off anymore. Stop them before it’s too late."


Share:

Rabu, 09 Februari 2022

EGOSENTRIS


Pada suatu sore yang cerah, ada seorang Tuna Netra yang datang berkunjung ke rumah salah seorang sahabatnya. Dia berjalan selama 15 menit untuk bisa tiba di rumah sahabatnya yang jaraknya kurang lebih 100 Meter dari rumahnya.

Setelah bertemu, mereka asyik bercanda gurau dan bertukar cerita, singkat cerita akhirnya sang Tuna Netra tersebut pun pamit ingin balik pulang. Waktu pada saat itu, ternyata sudah menunjukkan pk. 19.00. Sahabat Tuna Netra itu pun berkata: Baiklah jika kamu mau pulang mari sini saya antar yuk balik ke rumah. 

Sang Tuna Netra pun berkata: “Ah tidak perlu, apa aku tampak seperti orang lemah yang tidak mandiri dan tidak berdaya? Sehingga perlu dibantu? Hahaha… Ga usah, aku bisa pulang sendiri.”

Sahabatnya pun menjawab: “Baiklah, ini ada lentera yang sudah aku nyalakan. Kamu pulang bawa ini ya.”

Tuna Netra: “Aneh, kamu apa gak salah? Aku ini kan Tuna Netra, untuk apa lampu penerangan buat aku? Buat aku, siang, malam sama aja. Lagian aku sudah mengenali seluk beluk jalan, aku gak akan jatuh lah sekalipun jalanannya gelap gulita sekalipun. 

Sahabatnya kembali berkata: “Cobalah untuk berpikirnya tidak begitu. Kamu harus ingat bahwa di jalanan banyak pengendara motor. Kamu ke sini mengenakan baju hitam, celana hitam, orang lain mana bisa melihat kamu ditengah kegelapan. Bisa-bisa kamu kena tabrak nanti.”  

Ya kisah seperti di atas itu banyak terjadi. Di jalan kadang kita bisa melihat, ada saja motor yang nekad, yang dikendarai pada malam hari tanpa lampu depan dan lampu belakang. Itu kalo ditegor, dia bilang. Ah ga apa-apa lah, mata aku kan masih bagus seperti elang, aku bisa melihat dalam kegelapan malam. Kok Ngaturrr...!!!

Padahal masalah utamanya adalah bukan soal si pengemudi motor itu yang matanya hebat dan bisa melihat dalam kegelapan malam atau tidak. Namun yang jadi masalah adalah orang lain yang mengendarai kendaraan lain susah untuk melihatnya. Dan itu sangat berbahaya. 

Berbahaya untuk si pengendara motor tersebut? Menurut saya itu tidak mengapa, karena dia memang meningkatkan risiko untuk diri sendirinya. Tapi dia itu bisa mencelakakan orang lain yang tidak aware. Itu bukan masalah untuk si pengemudi motor yang nekad itu. Itu masalah untuk orang lain. 

Si pengemudi motor yang tidak menggunakan lampu itu tidak mempunyai empati terhadap orang lain. 

Bagaimana dengan orang yang tidak mau memakai masker? Dia pasti berpikir bahwa ini badan… badan aku, mau sakit mau tertular apa urusannya sama kamu? Saya tau yang terbaik untuk diri saya. Padahal ide menggunakan masker itu bukan hanya untuk keamanan diri orang itu saja. Namun masker itu menunjukkan bahwa kita adalah orang yang punya empati terhadap orang lain.

Jika kita menggunakan masker. Orang lain akan merasa aman dan nyaman, mereka akan merasakan terproteksi dan terlindungi. Ini adalah bentuk rasa empati pada orang lain. Jadi menggunakan masker itu bukan hanya sekedar untuk kepentingan diri sendiri. 

Belum lagi berbicara bahwa menggunakan masker itu adalah program pemerintah. Mengapa kita tidak mau kompak, bahu membahu untuk menunjang program pemerintah. Kalo penyakit Covid-19 ini bisa diisolir dan ditangani dengan baik. Bukankah kita juga yang akhirnya menikmati hasilnya?
Jadilah individu-individu yang punya rasa empati untuk membangun bangsa kita yang kuat. Tunjukkan rasa “CARE” dan “EMPATI” kita pada orang lain. Tunjukkan rasa respek / hormat kita pada orang lain dan pemerintah dengan mendukung usaha-usaha baik demi kebaikan kita Bersama. Walaupun terkadang kita tidak puas dengan beberapa kebijakan pemerintah ya sudah mari berbesar hati dan tetap kita dukung.
Jangan hanya berpikir tentang diri kita sendiri. Jangan Egosentris

Kita memasuki sebuah peradaban yang disebut “Emphatic Civilization”  pertama kali diperkenalkan oleh Jeremy Rifkin di tahun 2010. Di zaman di mana dunia begitu banyak krisis, kita memang memasuki peradaban empati dimana kita harus punya naluri dan kepekaan untuk “CARE” dan “EMPATI” pada orang lain. Jangan Egois atau Egosentris…

”No matter how great a person is… Egocentrism will annihilate that greatness.”
(Tina Panossian)
Share:

ARSIP